Sebenarnya saya tidak sabar lagi untuk memulai menuliskan episode2 cinta. Bahasan ini memang tidak akan pernah habis untuk kita bicarakan. Azmi yakin teman2 juga punya pandang dan pengalaman tersendiri dengan liku2 cinta dengan segala macam rasanya. Tentu saja teman2 bisa menambahkannya pada tulisan2 yang nanti azmi posting. Bersama kita membuka cakrawala cinta yang akan membuat hidup kita lebih indah untuk dijalani.
Sekali lagi, tulisan ini dan yang nanti akan azmi susun bukan berarti azmi paling tau apa itu cinta, atau paling jago dalam cinta ataupun yang lainnya. Insya Allah ini hanya sebagian dari perenungan untuk mendidik diri sendiri, untuk menguatkan azmi sendiri.
Kita mulai aja ya...
Azmi menjalani kehidupan dirantau dengan 2 orang adik (ce & co, tinggal dalam sebuah rumah kontrakan yang sederhana. Sedangkan adik yang co, kost sendiri dan datang minimal 3 X Sehari. Saat waktu makan. Pagi, Siang dan seusai Maghrib. Waktu makan pagi dan malam adalah waktu kami bisa duduk dan makan bertiga. Waktu buat azmi berperan sbg kk, menanyakan kuliah dan aktivitas seharian mereka atau bercanda, bercerita dll.
Waktu makan juga waktu yang tepat untuk evaluasi diri, waktu mereka untuk mengkomentari atau mengkritik azmi. Tak jarang azmi meminta mereka berkomentar dengan apa yang azmi masak. Yah macem2 lah komentarnya. Ada satu hal yang sering menjadi penghibur. Bila mereka suka dengan apa yang azmi masak azmi bisa baca dari komentarnya. Seperti : Kak ini masaknya gimana sih, atau Kak ini bumbunya apa sih . Ada satu jawaban azmi yang pasti menuai sorakan dari mereka berdua. Azmi bilang begini : Itulah rasa masakan yang dimasak dengan cinta, diracik dengan bumbu cinta dan adek memakannya dengan penuh cinta....
Huuuuuuuuuuuuuuuuuuu. S-R. Sok Romantis.
Masak pake cinta kapan matengnya...
Makan pake cinta kapan kenyangnya...
Kakak makan tuh cinta....
Ha..ha...ha..hhh..
Boleh percaya atau tidak, begitulah kenyataannya. Memasak dengan cinta akan membuat resep sederhana berasa luar biasa. Masak indomi jadi seperti berasa spageti.
Memasak dengan cinta dan dengan ketulusan rasa untuk menyenangkan orang2 yang dicintai akan berdampak lain dibanding memasak sebagai rutinitas sehari-hari.
Makan dengan dengan cinta dan rasa syukur telah dimasakkan oleh orang yang mencintai kita akan bercitarasa lain, dibanding hanya rutinitas makan untuk mengenyangkan perut semata.
Lakukan dengan cinta, maka akan terasa bedanya.
Love-azmi.
|
|