( Dari Hati menuju ke Hati )
Membangun komunikasi yang nyaman adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri secara personal dengan person yang lain. Nyaman buat semua fihak. Tapi bukan berarti mengada-ada atau dibuat-buat. Apa adanyalah.
Setiap orang punya gaya komunikasi sendiri. Seperti apapun cara dan rasanya, dengan gaya becanda, ceplas-ceplos, filosophis, serius, berwibawa atau dengan gaya yang garing tak akan pernah jadi masalah, selama kita berkomunikasi dengan hati. Karena kata dan ucap yang keluar dari hati akan sampai kehati, tetapi kata dan ucap yang hanya keluar dari mulut paling hanya sampai ke telinga.
Love-Azmi
PS : Kalo naomi dan Cubes sering memakai gaya ini, maka azmi punya cerita lain, Begini...
Dulu semasa kuliah azmi punya sahabat co sebenar-benar sahabat. Kita betah ngobrol berjam-jam. Mendiskusikan apa aja. Tak hanya ngobrol langsung, via surat juga sangat sering. Dia punya kebiasaan unik untuk menuliskan pesan penutup atau pesan pembuka. Kalo di OS Linux semacam Fortune For Today atau Quotes of The Day. Isinya bisa berupa humor, kata2 mutiara atau kata2 hikmah yang berisi nasehat.
Sebuah QOTD dari suratnya baru2 ini berbunyi :
Sesungguhnya hati itu bagaikan periuk di dalam dada, ia akan memasak apa yang ada di dalamnya, sedangkan cidukannya adalah lidah. Tunggulah menilai seseorang sehingga ia berbicara, karena lidahnya akan menciduk isi yang ada di hatinya, apakah ia berupa sesuatu yang manis, pahit, segar, ataukah asin?
Cidukan lidahnya akan menceritakan pada engkau tentang rasa hatinya (---Yahya bin Muadz)
|
|