( Sahabat yang seperti Pacar atau Pacar yang bersahabat..?)
Memiliki sahabat adalah suatu hal yang menyenangkan buat azmi. Jauh atau dekat, nyata atau maya. Tetap menyenangkan. Ya gimana enggak, pacar gak punya keluarga jauh semua, otomatis azmi ingin mengekspresikan bentuk hablum minannas dengan orang2 disekitar azmi. Termasuk sahabat2 jang jauh jaraknya dengan azmi.
Seorang teman, yang sering sekali menemani azmi chatting (kebetulan dia bekerja di perusahaan software, dan dia hampir setiap hari online. Kecuali kalo dia ada training atau nanganin clien ), pernah azmi tanya apakah dia dia tipe orang yang tertutup. Karena hampir setiap chat azmi yang nanya terus (rasanya azmi jadi cerewet banget, abis kalo gak ditanya dia diem aja..) Tapi katanya enggak. Secara default dia orang yang suka ngobrol atau rame. Trus azmi tanya lagi, apa dia ngerasa gak nyaman berteman sama azmi atau merasa jauh (bukan dalam artian jarak..) .
Tapi ternyata dia dan azmi memiliki pandangan yang sedikit berbeda terntang perbandingan porsi sahabat dan pacar, dalam sisi komunikasi.
Teman/ atau sahabat menurut dia adalah tempat kita bercerita hal-hal yang sifatnya tidak terlalu pribadi. Sedangkan pacar adalah tempat kita menceritakan hal2 yang detil dalam kehidupan kita sehari-hari, misalnya makan apa, perasaan senang, sebel, dll. Karena secara logic temen/ sahabat tidak terlalu perduli dengan keseharian kita kecuali hal2 yang besar dan sifatnya perlu dibantu.
Hm
iya juga ya.
Tapi menurut azmi, dalam konteks komunikasi pacar adalalah sahabat buat azmi dan sahabat adalah pacar buat azmi. Maksudnya begini
Azmi juga sedikit membedakan antara Teman dan Sahabat. Teman hanya mendapat porsi kecil dalam komunikasi, azmi kenal, pernah ngobrol dan hanya sedikit yang azmi kenal dari dia. Sahabat buat azmi adalah teman yang udah azmi kenal dan nyaman buat azmi untuk bercerita apapun kedia, tentang keluarga, kehidupan sehari2, masalah, suka dan duka.
Sahabat sendiri bisa jadi 3 bentuk :
1. Azmi merasa menjadi sahabatnya tapi dia hanya menganggap azmi teman. Dalam bentuk ini azmi memiliki beberapa orang sesuai porsinya masing-masing. Ada Sahabat azmi tempat berbagi masalah perasaan azmi atau sahabat yang tempat azmi berbagi tentang keluarga kehidupan dll. Dan pasti, sahabat buat azmi adalah orang yang azmi percaya.
2. Dia menggap azmi sahabat, tapi buat azmi dia hanya teman biasa saja. Dalam bentuk ini, dia adalah orang yang azmi temani untuk curhat, mendengarkan keluah kesahnya, berdiskusi tentang solusi masalahnya bila diperlukan.dll. Azmi adalah orang yang dia percaya. Tetapi sejauh itu azmi belum nyaman untuk menceritakan lebih detil kehidupan azmi.
3. Bentuk ketiga adalah bentuk dengan rasa saling bersahabat. Dia dengan leluasa bercerita ke azmi tantang kehidupan pribadinya dan begitu juga azmi sangat nyaman bercerita apapun kedia. Hm.. kalo ini mungkin jumlahnya juga terbatas.
Azmi rasa sebagai manusia multidimensi pastilah mencari dan mencari sahabat untuk setiap dimensi kehidupan. Azmi butuh sahabat untuk sisi kehidupan azmi sebagai pengajar misalnya, atau sahabat dalam organisasi. Atau sahabat yang memahami diri azmi dalam sisi yang lain yang mungkin tidak diketahui oleh sahabat lainnya.
Dan menurut azmi, sahabat juga berhak mendapat porsi perhatian dan sentuhan kasih sayang. Untuk memastikan dia berada dalam kondisi yang nyaman dll.
Lalu pacar
.
Nah ini dia.., azmi agak bingung juga ngejelasinnya. Hm.. gimana ya.
Pacar menurut azmi adalah sahabat yang mengerti, memahami dan bisa menerima dari banyak dimensi. Hal2 yang dikomunikasikan bisa jadi sama dengan apa yang dikomunikasikan dengan beberapa sahabat dengan artian pacar adalah sahabat multidimensi . Yang membuatnya berbeda karena ada rasa saling memiliki. Tapi terkadang rasa ini juga yang terkadang bisa menjadi pemicu banyak permasalahan.
Kepada sahabat bisa bercerita tentang apa yang telah kita lalui dan apa yang sedang kita jalani, tetapi pacar mendapat porsi lebih untuk membicarakan apa yang akan kita jalani di masa yang akan datang.
Konflik dengan sahabat bisa jadi seputar masalah salah faham, dan solusinya bisa ditempuh dengan cara yang nyaman (biasanya diem2an lalu nanti bisa dibicarakan lebih jauh, artinya kalou perang hanya perang dingin). Tapi tidak adilnya, sering kali konflik dengan pacar menjadi perang besar, yang dipicu dari rasa memiliki . Sering kali mentang-mentang pacar sendiri marahnya juga gak kira2.
Satu hal yang pasti membedakan pacar dan sahabat adalah bentuk perhatian dan sentuhan kasihsayangnya.
Azmi keingat tentang bahasan kita tentang konflik internal dalam sebuah hubungan, hampir dapat dikatakan itu suatu kemestian. Yang azmi inget masalahnya seputar itu saja, salah faham, kurang perhatian, komunikasi jarak jauh, cemburu, rasa tidak percaya dll.
Yang paling susah adalah... :
Seorang sahabat azmi pernah bilang gini, kalo sejauh yang dia lihat hubungan yang terjalin dengan manis ataupun yang berasa nano-nano, rawan sekali dengan "perselingkuhan". Yah banyak sekali mungkin penyebabnya :
1. Hubungan yang terjalin adalah hubungan tanpa 'resiko'
2. Ingin mencari sosok lain untuk melengkapi sosok pasangan yang telah dimiliki.
3. Terpikat dengan 'sahabat' temen curhat.
4. Kondisi hubungan yang terpisah jarak
dll.
Oh, iya
Seselumnya azmi minta maaf, kalo ada temen2 yang kurang berkenan atas tulisan ini. Azmi cuma ingin menuangkan isi fikiran azmi. Sekaligus support.
* Buat temen2 yang jomblo, gak usah sedih. Karena kita punya cinta yang universal, banyak kehangatan yang kita dapatkan dari bersahabat.
* Buat temen2 yang telah memiliki pacar. Doa dari azmi semoga kalian bisa mendapatkan kebahagiaan dari setiap komitmen yang dibangun. Saling sayang, saling percaya dan saling dukung.
Cinta yang matang berasa manis kata naomi...Cinta selayaknya menjadikan 2 insan saling bersinergi. Menyatukan dua potensi dan kekuatan yang semula terpisah.Indah kan.
(Buat Semua sahabat2 terbaik yang dikaruniakan NYA buat aku. Trims untuk semua yang telah kalian beri...)
Salam
Azmi
|
|