MEMBERI ARTI dan TUJUAN DALAM KEHIDUPAN
Terlahir 31 tahun yang lalu dengan sempurna sebagai bayi perempuan muslim sebagaimana yang telah di gariskan oleh Yang Maha Kuasa. Status hakiki yang berhak sekaligus wajib disandang selama hidup dan setelah akhir hayat. Kelas 1 SMP, adalah awal sekaligus akhir dari sebuah perasaan cinta gadis kecil kepada seorang anak laki-laki yang pandai menari breakdance, laki-laki yang menjadi idola seluruh gadis-gadis di SMP tsb. Jalinan cinta kasih yang tak berawal dan tak berujung, begitu saja mengalir dengan indahnya, dan lenyap bagaikan embun yang menguap dipagi hari saat matahari menampakan diri.
Hari berganti, sesuatu yang baru dijumpai, begitupun dengan sebuh rasa yang kemudian hadir tanpa diinginkan. Awal dari sebuah babak kehidupan baru yang lambat laun tidak dapat terelakkan. Dalam hati bertanya, Apakah yang membuat hati demikian membuncah atas kekaguman kepada artis film tersebut, kian hari bayag-bayangnya memenuhi seluruh nuansa daya khayal.
Mengingat pesan Bapak ustadz adalah Haram hukumnya mengagumi sekaligus mencintai dengan sesama jenis, membuat hati semakin ciut mengeriput. Benarkan demikian adanya ? benarkah ini awal dari sebuah rasa cinta yang diharamkan oleh Yang Maha Kuasa ?.
Perjalanan pencarian jatidiri dimulai, membawa ingatan melalui flash back 4 tahun yang lalu, yaitu saat berusia 9 tahun. Perjumpaan dengan seorang wanita dewasa yang mengalami kebutaan di sebuah pasar yang sedang menemani ayahnya berdagang buku-buku sekolah. Entah apa yang terasa dalam hati saat itu, selain tahu bahwa memandanginya adalah sebuah kebahagiaan. Keindahannya terasa dalam hati dan pikiran, kekaguman atas tegarnya wanita dewasa itu, mempercantik dirinya dan melupakan kekurangan dirinya dari kebutaan. Apakah saat itu, awal dari semuanya ? mengapa rasa itu degan mudah hilang begitu saja ? dan muncul kembali saat ini? Perjalanan panjang dimulai, dengan memperhatikan semua teman-teman disekeliling. Menikmati kebahagiaan teman-teman yang bercengkerama dengan pengalaman mereka berpacaran, berganti pasangan yang berlainan jenis. Ya, Menikmati kebahagiaan mereka dengan segudang pertanyaan dalam hati yang terwakili pertanyaan di hati yang tidak terjawab, Apakah ini pertanda sebuah perbedaan ? dan mengapa ?
Tumbuh dan berkembang menjadi gadis remaja dalam kebisuan rasa yang bersembunyi pada lubuk hati yang paling dalam. Ketertutupan diri dari seseorang yang hadir dalam hidup, diimbangin dengan keterbukaan dalam memberikan bantuan kepada orang lain. PERSAHABATAN ! ujar seorang teman (gadis) yang selalu memberikan perlindungannya setiap pergi dan pulang sekolah. Setiap kali dimintakan alasannya mengapa, ia hanya menjawab, PERSAHABATAN. Dan ketika hati mulai membuka diri agar memiliki banyak persahabatan dari teman-teman yang lainnya dan kebahagiaan dapat kian menyebar segala arah adalah pengingkaran atas sebuah rasa yang selama ini tersimpan rapi didalam hati.
Seorang sahabat kedua hadir, seorang gadis remaja, ia lucu dan unik, baik dan menyenangkan. Senang dan bahagia berada bersamanya, berada didekatnya, selalu ada saat ia perlukan, merajuk saat dia membujuk, melindunginya saat ia terancam dalam bahaya, menemaninya saat dia pergi kemana saja, menatap matanya yang lucu, rasanya, tidak ada sesuatu yang lebih indah dilakukan selain melakukan apa saja bersamanya. Perasaan hati demikian menggelora, dan tidak ada hal yang lebih jauh dapat dilakukan selain menghadirkan bayang-bayang dirinya pada setiap malam. Bersamaan dengan saat pertama kali dapat memberikan kecupan pertama, adalah sebuah proses pengingkaran atas perasaan yang kian hari mendesak keluar dari persembunyiannya. Ia begitu baik dan tidak memiliki prasangka yang buruk. Namun, Hal ini tidak semestinya terjadi, lambat laun, ketertutupan diri dimulai kembali. Pengingkaran demi sebuah kendali agar tidak menjadi sebuah dosa dan kesalahan. Sampai suatu hari saat berusia 16 tahun, kekaguman terhadap seorang wanita yang berusia jauh lebih tua dan telah berkeluarga pun muncul begitu saja saat pertama kali berjumpa, aalah sebuah awal perjalanan sebuah lava yang mengalir deras tidak lagi mampu terelakkan.
Awal mengalirnya sebuah cinta bagaikan air yang menemui salurannya, mengalir jauh dan semakin jauh, hingga tiada berbatas, tiada dapat dihentikan meski dalam tahun-tahun pertama masih dapat diingkari, namun kemudian ketika semua berlanjut terjadi, kesamaan rasa dalam hati memaksa diri melihat dan menyadari betapa hati begitu tersiksa menjadi seseorang yang memiliki perbedaan dalam memasrahkan cintanya kepada seseorang yang memiliki jenis kelamin yang sama. LESBIAN, kata itu dibisikan berulang-ulang ditelinga dan hati nurani, memaksa untuk menyadari seluruh perbedaan yang ada. Pembicaraan, diskusi dan pencarian jalan keluar dilakukan sebanyak waktu yang dimiliki bersama, hingga 9 tahun berlalu tanpa terasa, dan akhirnya sebuah peristiwa memisahkan dengan paksa.
GONCANG ? tentu saja. Merenung dan merenung, berfikir dan berdialog dengan Sang Pencipta, memohon ampunannya, dan meminta bimbingannya untuk keluar dari situasi sulit saat itu. Shalat malam, menjejak diri serendah mungkin dibawah bumi, memulai kehidupan yang baru dengan semangat baru, meninggalkan hal-hal yang salah dan melestarikan yang benar, berusaha sekuat mungkin melangkah sendiri tanpa bantuan orang lain. Upaya pengingkaran diri tiada pernah berhenti meski melangkah dengan terseok-seok. Sementara keinginan untuk melepaskan hasrat mengkomunikasikan perasaan hati tidak juga pernah mati. Bagaikan tumbuhan yang tidak lagi diberi siraman air, namun juga tiada pernah mati, karena Tuhan menciptakan hujan.
SUBLIMASI. Adalah suatu bentuk pelepasan hasrat mengkomunikasikan perasaan hati, melalui website dan forum-forum diskusi, mailing list, email dan lain sebagainya, dalam upaya memberikan seluruh cinta kasih yang tidak bertuan kepada seluruh teman-teman sehati. Dua situasi yang berjalan berdampingan dan beriringan. Hingga suatu ketika, seseorang yang lain hadir dalam kehidupan. Seorang gadis yang memiliki keindahan cinta yang begitu sempurna.
Betapa sulit, melakukan pengingkaran, entah mengapa Tuhan mengirimkan seseorang yang lain dalam kehidupan. Seseorang yang memberikan seluruh cintanya, yang mengajarkan kesejatian cinta, yang memberikan arti dalam kehidupan, seseorang yang memberikan penghargaan cinta dalam sebuah keindahan yang tidak melulu kepada nafsu belaka. Seseorang yang mencurahkan seluruh conta kasihnya dalam sebuah bentuk yang berbeda, ketulusan dan keindahan, sebuah tekad, keberanian, pengungkapan, menatap sebuah kenyataan pahit yang pada akhirnya memupuskan perwujudan impian kebersamaan dan sekaligus memisahkan nya. Akhirnya pun ia berkata, kesejatian cinta senantiasa bersemayam dalam hati, meski tidak satu bentuk komunikasi dan pertemuan tercipta diantaranya. Jalinan yang senatiasa hidup saat hati menghidupkannya, Teringat saat salah satu darinya mengingat yang lain, Merasakan keindahan cinta saat salah satu darinya mengenang keindahaan saat masih bersama. Memeluk bayang-bayang malam saat salah satu darinya menginginkannya. Bathin terjalin lekat dan erat, tanpa kata-kata, tanpa temu-sua. Dan saat ditanya, bagaimana hal itu bisa terjadi, dia hanya berkata, Kamu tau kenapa kamu selalu ingat aku ? Alasannya adalah karena kamu selalu dalam pikiranku. ESP. Emotional Sensory Program. Hmm.. Keyakinan yang patut dipertimbangkan. Perjalanan yang begitu dalam hanya dengan waktu yang sangat singkat, 1 tahun.
RAPUH. Untuk yang kedua kali memang membutuhkan kekuatan yang luar biasa. Saat, mulai mengerti dan dalam usaha memperbaiki kegagalan dari pengalaman yang pertama, dan untuk yang kedua kali, saat tekad sudah di kumandangkan bersama, perahu mulai dikayuh, namun badai memporakporandakan segalanya. Bersama memalingkan diri, dan menerima kenyataan yang ada, meski sama menyadari, bahwa cinta tidak dapat dengan mudah dibunuh begitu saja.
TAHAP PEMULIHAN. Betapa lelah melakukan pengingkaran, dan peperangan bathin tidak juga usai. Sementara cinta yang telah tertanam begitu dalam. Berdoa, adalah hal yang data dilakukan pada setiap waktu dan saat. Meminta kekuatan dari NYA untuk melampaui semua ini, memohon ampun, telah memiliki perasaan cinta yang berbeda dengan yang telah digariskan, meminta limpahan anugrah dan petunjuk darinya, dan tidak lupa meminta kesejahteraan dan kebahagian dapat diberikan kepada kehidupan seseorang yang sangat dicinta di belahan dunia yang tidak dapat disentuh. Memohon agar diberikan kesejatian cinta yang sesungguhnya untuk melepaskan seseorang yang dikasihi meraih kebahagiaan dalam keluarganya.
Sublimasi kali ini, tidak lagi dijalani dengan sebuah pengingkaran, namun dengan segala kerendahan hati untuk tidak lagi membohongi diri sendiri bahwa ada yang berbeda dalam hati. Pengendalian atas seluruh rasa dalam hati menjadikan komunikasi dengan beberapa teman berbagi melalui internet dan telefon menjadi lebih mudah dihadapi. Sekaligus, menyerap sebuah nilai edukasi yang tersirat dalam sebuah kehidupan seorang demi seorang yang lain, tidak melaui cinta kasih sebagai sepasang kekasih, melainkan cinta kasih sebagai sesama manusia yang memiliki penderitaan menjadi seseorang yang berbeda. Begitu banyak drama kehidupan yang tersimpan dalam pustaka kalbu, dari teman-teman sehati yang begitu tulus memberikan kontribusi (sharing) cerita kehidupan demi memperkaya khasanah pandangan kehidupan menjadi seorang Lesbian.
MEMBERI ARTI dalam kehidupan, adalah sebuah upaya, agar perasaan yang tidak dapat dielakkan ini, yang bagi orang umum adalah suatu kesalahan besar, menjadi lebih ringan terlampaui. Menjalankan segala sesuatu yang dimiliki dengan baik, mencintai keluarga, merawat kedua orangtua, memelihara karir dan kepandaian, menjaga kesopanan dan kesantunan, memberikan bantuan sebisa mungkin, mengendalikan diri untuk tidak dengan mudah putus asa dan bergelimang dengan kebahagiaan dan kenikmatan sesaat, membantu teman-teman sehati dengan tanpa meninggalkan asas demokrasi bagi mereka untuk memilih sendiri jalan hidupnya, serta apa saja yang dapat dilakukan dengan sebaik mungkin. Dan juga selalu berdoa agar Tuhan selalu memberikan mukjizatnya untuk sebuah perubahan agar semua yang dialami adalah menjadi ridho-Nya.
Setidaknya, bertahan untuk tidak dengan mudah easy going dengan sebuah hubungan dan berganti dengan hubungan yang lain, atau mementingkan kebutuhan seksual, memerlukan kendali yang kuat, terutama dalam menjalin komunikasi dengan teman-teman yang lain, agar selalu dapat obyektif dan sopan dapat tetap terjaga dalam batas-batas yang seharusnya.
TUJUAN HIDUP, akhirnya perlahan mulai terbangun, meski masih samara-samar. Sedikit demi sedikit terkumpul dari MEMBERI ARTI hidup dalam kegiatan sehari, hari. Secara jelas memang belum dapat dijabarkan, apakah sebenarnya tujuan hidup kelak, namun, seandainya pun Hati tidak juga bergeming membalik arah, mudah-mudahan kendali akan tetap terus berjalan sesuai pada relnya. Dan pemeliharaan rasa dalam hati, tersublimasikan dalam bentuk-bentuk kegiatan nyata yang jauh dari keputusasaan dan perbuatan yang lebih buruk lagi. Dan sekiranya Tuhan kembali menghadirkan seseorang yang lain lagi dalam kehidupan ini, Semoga saja, segala sesuatunya dapat menjadi benar dan dijalankan dengan sebaik mungkin.
Jakarta, 27 November 2003
Naomi
|
|