Puisi Untukmu
Puisi ini untukmu
tertulis diantara dunia yang tertidur dalam mimpi
Dan aku yang tak diijinkan ikut bermimpi
ketika rasa kantuk tak juga mau mendarat
Saat lelah nampak semakin jelas
Namun lelap tak juga terlihat
Puisi ini untukmu
Ketika seharusnya aku melayang pergi dari hidupmu
Saat cinta dan benci bersatu kemudian wajahnya tak lagi terlihat
Seharusnya aku memang benar ¡V benar pergi
Ketika malam semakin kelam
Dan mentari bukan lagi sahabat setia
Puisi ini tercipta untukmu
Bila akhir memang terasa pasti
Lebih baik aku berdiri dan melangkah pergi
Sadarkan semua...
Aku pastinya tak pernah bisa memiliki
Kau dan aku tak mampu menjadi kita
Pun begitu kau miliki seutuh hatiku
Aku memang tak bisa millikimu
Tapi kau dan sungguh dirimu,
miliki jiwaku penuh...
Puisi ini tercipta karenamu, diantara sepinya malam
Karena ini untukmu.... benar ¡V benar untukmu
Puisi ini untukmu....
Karena aku mencintaimu
Bandung, 21 Agustus 2002
ARie DAndaraga
Detak Gelisah
Telah ranum semua yang kumiliki
seluruh bentuk dan segala yang terlihat
tampak untukku aku tlah terlahir dewasa
tapi tidak hatiku!
Perasaanku semua terlampau berputar
Aku tak mengerti dunia ini
yang coba kulalui setiap waktu
Aku tak mengerti hidup ini
Ketika semua kesalahan terlempar dimataku.
Adakah cukup keadilan untuk mengerti?
Aku ingin hidup dan merdeka!!!
Screw you!
Bandung, September 1st 2002
ARie DAndaraga
"I Wish...¡¨
I wish I could be yours
Someone that carry on,
When you¡¦re feeling down
Wipe away your tears
Then remove your sadness
I wish I could be your forever soul mate
Someone says, ¡§I do¡K¡¨
In front of the marriages
Laugh in every bad time
Cry in every good time
I wish that I were the owner of your heart
Someone can be depend on
While the world blame to yours head
Give and risk all my life
Then I won¡¦ t think twice
I wish I could be your lover
But know I realize
Those were impossible
I do love you,
Can¡¦t pretend that I don¡¦t
But I regained consciousness
That you love me not
Lembayung Bali, September 6th 2002
DAndaraga
The Sweetest Sayonara
This is the end for you and me
This is the end for us
Hope there is no hard feeling between us
Hope there is the certain way to remain
Coz there¡¦s nothing left in our heart
Coz the wind howling so scream in our journey
With the honest time to understand the love
With the smile around to be the part of sweetest time
Glad to have so much fun with you
Glad to receive the warm kiss from your lips
It is not the heartbreak I remind
It is the love I always adore
And you know that I love you so
And I know that you love me too
But this is best for us
But it¡¦s not the end of our life
Better to have you as my lovely friend
Better to have the memories fulfillment my heart
While you walking around with someone you love
While me just sit down and watch you happy
Then we both know it¡¦s the sweetest dream
Then we both know we¡¦re not meant to be
You know I love you so
I know you love me too
Then we both know¡K
This is the sweetest Sayonara that we both have¡K
Bandung, September 7th 2002
ARie DAndaraga
Hidupku Sahabatku
Kutatap sekali lagi mentari
bertanya adakah sisa yang mampu kuhirup
dalam semua cerita yang terkesan menggurui
Hidup adalah sebuah cerita diantara langit dan bumi
Berharap dan terus berharap,
Karena itu yang senantiasa membuatnya berarti
Air mata kan jadi teman setia
layaknya tawa yang telah bersahabat lama
Kutahu... hidup t¡¦lah jadi sahabat setia
Bandung, 7 September 2002
ARie DAndaraga
Cinta 1
Kehidupan hadir untuk mereka yang mengenal
apa, siapa, dan bagaimana itu CINTA
Tanpanya hidup kan terasa berkabut
setiap kita coba menatapnya yang ada hanyalah kabut
Tersesat dan seringkali terjatuh tanpa seorangpun yang hadir
CINTA hadir untuk mereka yang bahagia bila mereka dapat memberikan sesuatu
entah itu sebuah senyuman, pelukan, atau jabat tangan yang erat
CINTA hadir untuk mereka yang tak malu membuka lengannya lebar
karena CINTA tak dapat dibeli sedikit apapun itu
seperti CINTA yang tak pernah menolak sebesar apapun perih
CINTA... lahir dari hati yang murni tuk memberi
CINTA... lahir dari jiwa yang rela tuk menerima
sekecil apapun pemberian dan sebesar apapun kepedihan
Apa yang kualami bersama CINTA adalah apa yang dialami orang ¡V orang lain didunia dengan CINTA-nya masing ¡V masing.
Karenanya tak usah takut kau akan sendirian.
Sebab CINTA yang nantinya akan menghampiri bila kau tak berani menyapanya
(Untuk seorang pangeran dan seorang puteri yang mengenalkan aku dengan CINTA )
Bandung, 14 September 2002
ARie DAndaraga
Saat Kala Waktu
Bilamana aku mencintaimu
Adalah ketika setiap pagiku
Hadir karenamu
Tercipta untukmu
Bandung, 23 Oktober 2002
ARie DAndaraga
Puteri Semesta
Saat lelah tiba mendarat
Gelapkan asa
Remukkan mimpi
Semua rasa tak ada guna
Semua rasa tak ada ujung
Bila letih meluruh pasti
Lelapkan sanubari
Pejamkan hati
Semua rasa tak ada akhir
Semua rasa tak ada pasti
Adalah kau datang
Segarkan mimpi yang lama meremuk
Sadarkan hati yang kian terpejam
Adalah kau puteri
Bersama cinta
Adalah kau sinar
Atas semestaku
Bandung, 27 Oktober 2002
ARie DAndaraga
Aku Dan Rokokku
"Klik" Kunyalakan korek apiku,
Sebentuk api mungil terbentuk diatasnya
Kusulut rokok yang sedari tadi tersungging di mulutku
Kuhisap dalam...hingga ujungnya menyala
Kulepas asap lalu kuhirup masuk lubang hidungku
Kutahan sejenak....dan kuhembus kembali lalui hidungku
Sekali¡Kdua kali¡K
Kutiup sisanya lewat mulutku
Abu mulai menumpuk di ujung rokokku
Pelan...kujentikkan rokok hingga abu pun jatuh
Kuhisap rokokku kembali
Kali ini asapnya kubentuk beraneka
Bundaran tebal hingga kumirip lokomotif tua
Kuhembuskan lagi dan berbagai nikmat melesak riuh
Otakku mencetak rupamu
Hatiku menghimpun rinduku
Asap penuhi rongga dadaku atas namamu
Dan aku terus menghisap tak peduli abunya menebal
Hingga akhinya abu pun jatuh...layaknya hatiku yang meluruh
Asap yang terbuang, melayang terbang bersama rohku
Namun aku hanya terdiam tak ingin terusik
Untuk apa peduli atas semua yang meluruh
Untuk apa bimbang atas semua yang melayang
Cukup kunikmati cinta mungil yang tersimpan rapi
Puas kureguk kasih atas wajah yang tersenyum manis
Ikhlas kulepaskan semua diriku `tuk melayang pergi
Bersamamu jiwa ini kembali terbang tinggi
Melayang tuk kembali terbangun
Atas semua mimpi yang lama membohongi
Dan kejujuran itu gembira kutemui
Olehmu, karenamu...atas asap yang lama jadi teman setia
Atasmu, darimu...bagi abu yang rela meluruh pasti
Rokokku kian memendek sedang asap kian menebal
Pun abu semakin berhamburan
Pun rongga dada semakin tersesakkan
Namun nikmatnya terasa hingga ujung nadi
Terimakasih untuk semua kasih
Denganmu kurasa hidup kian berarti
Hari ke hari
Hati ke hati
Rokokku `tlah semakin pendek
Kutekan ujungnya tuk matikan apinya
Tapi di hati,
Kusimpan cintamu tuk nyalakan hidupku
Bandung, 29 Oktober 2002
ARie DAndaraga
Sesuatu Untuk (Calon) Istriku!
Mungkin dia tak tahu,
dia lebih dari sekedar kekasih untukku.
Dia mentari hidupku, teman baikku.
Padanya kuceritakan seluruh hidupku
Dihadapannya kuhamparkan impianku
kutangisi bahagia dengannya
kupeluk perih diantara kedua lengannya
Sahabat terbaik dalam hidupku.
Mungkin dia tak tahu, bahwa dia lebih!
dari sekedar menjadi kekasih untukku.
Dia penjaga hatiku, seluruh jiwaku
Hanya dia yang mampu sadarkanku:
atas indahnya dunia dalam gelapnya,
atas dinginnya hati setelah panas amarahnya,
atas kerasnya hidup diantara lembutnya,
atas cinta yang membutakan.
Mimpi - mimpi yang sempurna
Rasanya memang dia tak tahu,
dia lebih dari sekedar menjadi kekasih untukku.
Dia puteriku, malaikat kecilku
milikku hingga ujung waktu
Hidupnya kan selalu jadi hidupku
Selayak nafasku yang jadi miliknya
Tanpanya hidupku kelabu
tak berwarna pun bersuara
Dia teman hidupku.
Andaikata dia memang tak tahu
Kupinta, suatu saat nanti dia mengerti
bahwa hidup tanpanya bukanlah kehidupan
bahwa seluruh duniaku adalah dirinya, sepenuhnya!
bahwa dia memang lebih!
dari sekedar menjadi seorang kekasih untukku
bahwa memang dia dan hanya satu satunya....
(calon) istriku!
Sesuatu untuk (calon) istriku!, Kamu!
Bandung, 26 November 2002
ARie DAndaraga
Kutahu Yang Kumau
Aku gak ngerti
Apa yang kucari, apa yang kutunggu
Apa yang kuimpikan, apa yang t¡¦lah jadi kenangan
Semua cinta... Semua asa
T¡¦lah lama melayang terbang... tinggi
Aku gak mau tahu!
Siapa aku, kenapa aku ada disini
Mengapa aku begini
Bagaimana bisa aku begini
Lalu sesudahnya setelah sebelumnya
Aku tetap gak mau tahu
Aku tetep gak ngeh!
Siapa dia, mau apa dia
Siapa mereka, mau apa mereka
Siapa kalian, mau apa kalian
Aku ini memang ndablek kok!!
Yang aku tahu
Aku cinta kamu dan cukuplah itu semua
Yang aku ngerti
Aku sayang kamu dan terjawablah sudah tanya
Yang aku mau?
Ya kamu cintai dan sayangi aku juga!
Bandung, 28 Januari 2003
ARie DAndaraga
Aku Dan Ironiku
Dan aku bicara akan bintang yang tiada habisnya
Tentang malam yang pekat atas dingin dan kebekuan pembicaraan,
Kerinduan akan obrolan hangat tiada habisnya
Sebuah meteor yang jatuh dan berkas sinar atas alurnya
Harapan keinginan, impian yang diharapkan, dimunculkan didoakan
Sebuah Pertanyaan dan Jawaban, Hidup adalah teka ¡V teki
Dan aku telah lelah menjadi sahabat hari, malam dan siang
Setiap waktu hanya memandang menghitung terbit kemudian tenggelam
Berminggu berbulan bertahun berwindu berabad, bersambung...!
(Tak heran lelah setia beradu dalam nafasku)
Tak adakah hal lain selain terbit, tenggelam, mendung kemudian hujan?!
Atau pelangi atas matahari dan hujan, tak lupa mungkin saja banjir
Lalu embun, beku, berasap, atau apalah yang tampak, bisa jadi berkabut (oh ya...itu kata yang paling tepat!)
Lama ¡V lama aku letih, kusengaja pingsan dan tergeletak di tepi jalan
Berharap ada yang peduli, dan bukan mengincar dompetku
(....Hei! Kemana orang ¡V orang?!)
Dan aku makin lama makin berbicara sendiri
Sebenarnya tak terlalu sendiri, disini masih ada hatiku, pikiranku!
Tanganku, kakiku, mulutku, kepalaku, lidahku, paru ¡V paruku (pasti karena rokokku!)
Apa yang terlewat? Coba kupikirkan...
Argumenku, Asumsiku, Opiniku, Pendapatku, Pandanganku,
Visiku, Misiku, Tindakanku, langkahku, gerakku, Demonstrasiku,
Kepalanku, Teriakanku, Air Mataku, Darahku!!
Hei... Tunggu Dulu!!!
Kau lupakan sesuatu... Nyawaku?!!?!!
Hei... Tunggu Dulu!!!!!
(Sebuah ironi tentang hidupku, Kehidupanku, Keluargaku, negaraku,
temanku, musuhku, sahabatku, Tuhanku, Duniaku, semestaku,
terutama... Diriku Sendiri!!!)
What a pleasure, isn¡¦t it ironic?
Bandung, February 4th 2003
ARie DAndaraga
Gelapku Terangmu
Terangmu... lama kucari
Diantara bintang, kerlipnya coba tersenyum. Tapi tak kutemui asa...
dalam pelukan mentari, dalam bisu. Terbakar impian aku abu...
Dimana dirimu? Aku sungguh tak tahu... Batin ini menderita
Langit, bilakah kugapai seluruh angkasa, kusimpan untuknya?
Mampukah aku?
Matahari, saat sinarmu untukku, ijinkan ku simpan pedarmu.
Bolehkah aku?
Gelap ini bukan akhir... Gelap ini bukan angkara
Gelap ini dalam rindu... dalam diri dalam hati
Gelap ini diriku...
Gelap ini aku....
(maafkanku puteri, aku jatuh dan tak berdaya di cintamu)
Bandung, 18 Maret 2003
ARie DAndaraga
Perjalanan Panjang
Perjalanan panjang baru kutempuh,
Aku rasa ini saat tuk memulai
Awal yang kubuat tuntun diri tuju akhir
Bahagia yang dijalani, derita bukanlah suatu apa
Perjalanan panjang terasa melelahkan.
Entah ada atau tiada dia selalu terbayang
Perjalanan ini telah kumulai
Pastinya akhiri olehku sendiri, kuharap ini yakinkan diri.
Malam panjang, siang terlampau terik.
Harapku kau disana mengerti, mampu pahami
Hidupku dibawah tuntunan hatimu
bintang, bulan, matahari, mata angin semua tunduk atasmu
Kubuat janji atas nama jiwaku, pertaruhkan hidupku
Cobalah mengerti! Aku tanpamu tak mungkin bernyawa
Aku tanpamu tak mungkin tertawa
Aku tanpamu tak mampu bermimpi, berdiri, berpikir
Aku tanpamu bukanlah aku
Dan kau tanpaku bukanlah dirimu yang abadi
Biarkan mimpi ini merajut dirinya sendiri
Jadikan selimut nyata hangatkan hidup kita berdua
Semua mimpi kan jadi nyata abadi
Perihmu laramu letakkan di pundakku,
Kan kupanggul semua demi bahagiamu
Tawamu, tangismu, ceriamu, hamparkan di pelukku
Kudekap erat simpan dalam sejarah hidupku
Perjalanan panjang ini telah kumulai
Saatnya kita jalani mau dan inginnya Tuhan
Atas kita Bagi kita Untuk kita Demi hidup kita berdua
Demi darah, air mata yang terlanjur menetes
Kau kan jadi bagian hidupku selamanya
Selayak hidupku yang kusalib atas namamu
Perjalanan panjang telah menanti
Genggamannya tiba di ujung lorong hatiku
Tidur lelaplah puteri, biarkan mimpi menjemput
Nikmati hidupmu penuh, hingga nanti biarkan aku menjemputmu
Di akhir perjalanan panjang ini....
Aku mencintaimu puteri!
Bandung, 19 April 03
ARie DAndaraga
Kita (Aku Dan Kamu)
Aku pikir aku mulai mencintainya
Tidak dengan hatinya tapi hatiku
Tidak dengan hidupnya tapi hidupku
Tidak dengan jiwanya tapi jiwaku
Dan diam terkadang menjawab semuanya
Lara dan sakitku kunikmati layaknya bimbang dihatiku
Aku tahu dia mencintaiku dengan hidupnya
Bagiku tak ada lagi kehidupan tanpanya
(dan juga sebaliknya....)
Kehidupan adalah kami, aku dan dirinya
Kita, adalah dua menjadi satu
Serumpun tak berserak menyatu di keheningan
Semestaku yang berjuang didalamnya
Memberontak keras bergerak merangkak terkadang
Jiwaku adalah kekasihku, dan kini terisi
Sentuhan lembut lama merayap di pangkuan
Penghujung malam yang terbata dia dalam peluk kehangatan
Hidupnya adalah perjalanan cinta dalam kehidupanku
Menarilah tak henti amukan apapun itu bukan penghalang
Aku mencintaimu......
Bandung, 19 April 03
ARie DAndaraga
Sang Kekasih - 2
Jangan pernah terhenti
Tak usah ragu tuk menari
Warnai hidup... kehidupanmu
Ceriakan hari...
Mentari tersenyum bersamamu
Kehidupan ini milikmu
Terbentang disepinya perihnya menusuk
Kehidupan ini bahagiamu
Terhampar dalam tawa tangisan haru
Kehidupan ini sungguh buatmu...
Tercipta untukmu...
Jangan pernah terhenti
Tak usah ragu tuk menangis
Aku selalu disampingmu... memelukmu
Ceriakan hari selalu...
Aku tersenyum bersamamu
Sinari hati,
Cinta t¡¦lah bersemi
Kasih tiba di genggaman
Kau tenggelam dalam pelukan...
Menarilah tak henti
Aku bahagia bersamamu
"Sang Kekasih"
:P
Bandung, 10 Mei 2003
ARie DAndaraga
=====
Suara ¡V Suara
Dan diamlah Suara...
Semua Suara, kumohon...diamlah!
Biarkan aku menghela nafas sunyi
dalam sunyi, biarkan bisu melesak...
Dan kumohon diamlah Suara!
Teriakanmu tak akan begitu berarti
Jadi kumohon diamlah wahai kau Suara.....
Benakku terputar tulisan atas dia
merasuk jadi satu, teriakanmu wahai Suara!
Membungkam lidahku sendiri, wakilkan Suaraku sendiri
Mengetuk pintu keras, teriakinya garang
Wahai kau yang berSuara dan mempunyai Suara
Berikan setitik hening bagi hinanya diri
Jiwa ini melayang tinggi pun ragaku terhimpit beban
Atas langit kupeluk warna indah angkasa
satu satu kuhela nafas dalam raga tertahan angkara.
Bebaskan aku wahai kau yang berSuara
Semaikan untukku padang sunyi tak berpenghuni
Hingga ku bisa lepas berlari
Tuk kemudian rebahkan diri dan hati
Tertidur lelap... tanpa Suara...
Kumohon padamu Suara....
Bebaskan aku dari Suara...
Kini.....!
Teruntuk Suara ¡V Suara dalam kepalaku, diantara jiwaku
Terutama Suaramu dalam cintaku!
Bandung, 30 Mei 2003
Lelapkanku....!
ARie DAndaraga
Cerita Langit
Adakah langit bercerita untukmu?
Diriku sebenar ¡V benar hamparan tak bertepi itu
Melayang luas tak terjangkau angan
Seringkali sendiri...
pun naungi matahari
pun malam berserak bintang
Aku adalah langit luas tak terbayang itu
Yang seringkali angkuh, arogan dalam badainya
Tak tahukah kau?
Aku selalu sendirian hingga badai jadi tangisan terindahku
Kilat adalah amarah tak tersalur
Guntur...teriakan perih sanubari
Aku... manusia bodoh dengan kebodohannya
Mengertikah dirimu?
Lalu adakah pelangi bernyanyi untukmu?
Diriku seindah warnanya saat kau hadir
Pun bila keindahan hanya hadir sekejap
Lantas aku menghilang dalam suasana...
Semua jadi keikhlasan...
Tulus tak bertepi...
Bandung, 11 Juni 2003
ARie DAndaraga
Cinta 2
Cinta tak perlu dimengerti
bila cinta memang tak bisa dimengerti
saat cinta memang tak mau dimengerti
karena cinta...miliki pengertiannya sendiri...
Seringkali...
Cinta tak usah dimengerti
Saat cinta hadir,
dengan telapakmu genggamlah berkas warnanya
kan kautemukan rangkuman isi terdalam pelangi
berwarna, namun tak selalu cerah
Cinta hadir dengan keindahan yang terselimuti...
Bila waktunya tiba,
cinta kan melangkah pergi
tak peduli kau sedia pun sebaliknya
Bila waktunya tiba,
cinta kan melangkah pergi tanpa pernah menoleh kembali
Kuatkan dirimu....
Saatnya tiba untuk cinta dimengerti
ketika kau temui sesungguh seutuhnya cinta
Sang Pencipta yang mencipta
Sang Kekasih yang mencinta
Kan kau temukan cinta sesungguhnya seutuhnya
Bilamana kau hampiri Sang MahaPencinta
Dengan hati menunduk kepala merunduk
Kau mengerti apa itu Cinta
Disaat Tuhanmu memelukmu....
Cinta-Nya tanpa syarat....
Show me...where¡¦s The True Love?
Bandung, 13rd June 2003
ARie DAndaraga
Perbincangan Dengan Tuhan:
¡§Malam...
Tak usahlah kusebut siapa aku, kau maha mengetahui bukan?
Darimu ku berasal pastinya kau tahu apa aku ini...
Dan tak perlulah ku sebut kau Tuhan
Pun kutuliskan kata ganti untukmu dengan Kapital!
Kita berdua sama ¡V sama tahu, dua tahun cukup bercerita.
Hubungan buruk ini entah berlangsung sampai kapan.
Aku takkan bertanya, kau tak pernah menjawabnya langsung
setiap pertanyaan selalu dijawab makhlukmu,
dan jawaban selalu berbeda...Itu membingungkan!
Apa yang kulakukan sekarang hanya ingin berbicara
Ku tahu kau pasti telah tahu
Tapi, selama ini aku tak pernah mengatakannya langsung... bukan begitu jack?
Semua cukup membingungkan,
Dan aku tak ingin memendamnya lagi...
...........
Terlalu membingungkan,
aku bahkan tak tahu harus memulainya dari mana.
............
Aku tak ingin lagi tersesat
alur yang kau buat cukup memuakkan!
Lama aku mencari, sambil terus berharap
Terkadang aku rasa jawaban terlihat di muka
Namun hanya pusaran yang membelitku lebih dalam lagi
Terjatuh...Bangkit...Dan kembali lagi
Cukup!!
Aku lelah...Aku muak
Saatnya aku jalani Kehidupanku
Atas namaku sendiri...
Kau yang berkuasa, tak kupungkiri itu
Tapi hidup adalah diriku sendiri
Dan aku tak ingin kembali tik sekedar jadi Pecundang, Pengecut yang meringis ketakutan
Aku cukup berkuasa atas diriku sendiri
Mengertikah...Pahamkah dirimu?
Aku akan berjalan terus dalam kehidupanku
Gapai mimpi, asa, harapan yang sedari dulu kubangun
Bahagiakan seorang purempuan yang kucinta
(tak peduli dia jodohku atau bukan, toh aku takkan lepaskannya)
Dan aku takkan merenung...
Takkan mencoba menyatukan jiwa dan akalku,
Yang katanya gak connect!
Aku takkan berubah, ini diriku yang kumengerti!
Persetan dengan omongan orang lain.
Ini yang membuatku bahagia
Ini yang tak membingungkanku...
Mengertikah... Pahamkah dirimu?
Tapi...tak usah kuatir...
Aku takkan meninggalkanmu
Aku sadar aku memang tak bisa lepas darimu
Aku milikku sendiri, tapi bukankah memiliki itu ciptaanmu juga?
Aku takkan pernah pergi,
Ini keputusanku yang lain...
Deal?
Dan...
Bisakah kita memulainya dengan persahabatan?
Dengan pertemanan dan bukannya hubungan Sang Kuasa dan tidak berkuasa
Persahabatan membuatku tenang,
dan kekuasaan terlalu menakutkan.
Jadi....bisakah kita melupakannya..
Dan memulai segalanya dari awal?¡¨
Bandung, June 26th 2003
ARie DAndaraga
|
|