Home

Miscellaneous
Your Minds and Thoughts
Programme
Latest News
Brainstorming Discussion Forum
References
Discussion Program
Webs and Mailing Lists Info
Problems Inventory
From the Mind of Azmi Rhenisha
Novels
Common Stories
Story of the Months Collection
Arie Dandaraga
Stories from TATA
Naomi's Corner
About Naomi or Maru
Story of Kesunyian Hati Sita
Story To Love You To No End
In the Minds of Naomi
Funny Stories from Naomi
Naomi n Dhrea Proverbs bulary
Poems of Naomi Latief
Poems For Rere
Poems of Naomi Latief 2004
Poems for Icha Maesa
Poems and Poetry
From the Thoughtful JINGGA
Cute Arie
The Management
Brief History
Management Structure
About NaomiOnline
Minds and Thoughts
Lesbians' space for sharing the minds and thoughts
BEBERAPA KEHIDUPAN LESBIAN

Cerita 1:
Ada seorang temanku, Wanita berusia hamper 40th, dari Roma mencurahkan isi hatinya, betapa dia sangat gelisah akan kehidupan cintanya. Karena lingkungan menuntutnya untuk memiliki teman kencan pria, di sisi lain, jauh dilubuk hatinya, selalu tersimpan keinginannya mendapatkan seorang wanita sebagai pasangan hidupnya. Dan tidak sekalipun dia memilikinya hingga saat ini. Meski pada akhirnya ia pun dapat bertemu seseorang wanita yang ia dapatkan dari beberapa kali kunjungan sebuah kumpulan Mail (Milis), dan melalui beberapa kali upaya untuk berkencan, akhirnya pada pertemuan kedua, wanita ini pun bertemu dengan kenalan wanitanya, yang ternyata membawa teman pria yang diakui sebagai boyfriend, bersama dalam pertemuan tersebut. Mereka pun berjalan-jalan berkeliling dengan mobil, dan pada suatu tempat, teman wanita tsb, mengajaknya untuk melakukan ciuman dengannya, yang dilakukan dihadapan teman pria. Dan tak beberapa lama, sang pria akhirnya diperbolehkan oleh pacarnya untuk juga menyentuh wanita ini. Meski tidak melakukannya terlalu jauh, Wanita ini (temanku), merasakan betapa dia begitu tersiksa akan keadaan ini. Sepulangnya dari kencan tersebut dia menyesali Tuhan atas apa yang diberianNYA untuk kehidupan cintanya, betapa dia merasa sangat ingin mendapatkan seseorang yang sungguh-sungguh mencintainya dengan tulus dan sejati. Dan sampai cerita ini ditulis pun, mendapatkan wanita sebagai pasangan hidupnya adalah masalah terbesar dalam hidupnya.

Cerita : 2
Seorang gadis kecil berusian 16 tahun, dari Jakarta mengirim email ke mailbox-ku, sharing cerita dan bertanya banyak hal kepadaku mengapa dia berbeda dengan yang lain. Dan mengapa dia tidak dapat melawan semua kata hatinya, dan mengapa semua ini tumbuh dalam hatinya, meskipun dia tidak menginginkannya. Gadis kecil ini berada pada ambang keputus asaan, dalam memilih jalan setapak yang terbelah yang harus dia pilih untuk merajut hari depannya. Betapa gadis kecil ini ingin berada pada jalan setapak yang memang seharusnya dia lalui, namun keinginannya untuk melewati jalan setapak yang lainnya juga memiliki kesempatan yang sama besar. Perjuangan melawan ini semua telah ia lakukan sejak ia mengetahui perbedaannya mulai sejak saat ia akil baligh. Semakin besar perjuangannya untuk mengingkari, semakin besar pula keingginannya untuk menepati apa yang diinginkan kata hatinya. Dua perasaan tersebut tumbuh bersama. Meskipun gadis kecil ini telah berusaha sekuat mungkin memagari hatinya dengan khusu’nya ia beribadah memohon petunjuk dari Tuhan yang diyakininya, dan memutuskan untuk tetap memilih jalan setapak yang harus dia tempuh (meskipun bukan keinginannya), namun peperangan dalam hatinya tidak jua pernah usai, keinginan untuk menjadi berbeda dengan pilihan orang lain pada umumnya tetap saja terus tumbuh dan berkembang. Lalu akhirnya dia bertanya kepada ku, “Haruskah aku memilih jalan setapak yang aku inginkan untuk dilalui, sehingga perang bathin ini usai ? dan apakahpada akhirnya itu semua membuat saya bahagia?”

Cerita 3 :
Seorang wanita berusia 30 tahun, tinggal di New York, cantik dan sangat smart, adalah temanku, berbagi cerita tentang kehidupan cintanya dengan berbagai macam dan kelas wanita. Bercerita juga bagaimana dia menikmati hidupnya dalam menjalankan kehidupan cintanya begitu saja, dari pelukan wanita yang satu dan yang lainnya, penuh gairah dan penuh keindahan dan kemudahan. Seakan Dia dapat dengan mudah mendapatkan dan meninggalkan pasangannya tanpa perasaan apa-apa. Dan ketika aku bertanya kepadanya, “Is there someone among them you love and like most ?” dia menjawab, “those are satisfy me most” dapat dibayangkan ? dia menggunakan kata “Those” mewakili orang yang terbaik dalam kehidupan cintanya. Hmm. Luar biasa. Namun dia melanjutkan, “But I guess, you are the best among all, coz you have the best start and best finish” lalu aku hanya menjawab,”Unfortunately, I am the kind of person who believe in true-love”

Cerita 4 :
Seorang wanita berusia 33 tahun dari Jakarta, Mengirimkan email kepadaku, bercerita betapa ia sangat menjunjung tinggi kesetiaan menjaga cintanya kepada mantan kekasihnya (wanita berusia 31 tahun), namun teman wanitanya meninggalkan dia begitu saja karena bertemu dengan pasangan lain yang mungkin lebih baik dari dia. Suatu hari ia mengirimkan sms kepadaku yang mengabarkan bahwa ia bertemu dengan pengganti belahan jiwanya yang sudah lama pergi, gadis berusia 29 tahun, dan baru pertama kali mengenal cinta lesbian. Saat itu, tidak ada kata-kata lain yang patut disampaikan selain juga memberi dukungan betapa aku juga bahagia jika ia bahagia. 1 tahun berlalu tanpa berita, lalu kemudian secara tiba-tiba ia mengunjungiku dengan wajah yang muran dan lesu. “Pasanganku telah pergi” Ujarnya muram. “Kenapa lagi ?” tanyaku. “Orang tuanya sudah mencurigai dia, dan dia takut sekali, dan dia tidak lagi berani melanjutkan hubungan kami”. Saat itu aku tidak berkata apa-apa. Namun aku ajak dia duduk ditepi pantai dan mendengarkan suara ombak hingga matahari terbenam. Aku hanya memperhatikan dia, melamun dan merenung dan tidak bias menyembunyikan perasaannya, betapa ia terluka. Lalu akupun mengantarkannya pulang, dan ia hanya mengucapkan terima kasih. Beberapa bulan berselang, aku tidak mendengar kabar darinya, hingga pada suatu pagi aku bertemu dengannya di sebuah kedai kopi di daerah kuningan bersama dengan seorang wanita cantik yang mungil. Aku menyapanya dan dia tersenyum melambaikan tanggannya. Dia pun mengenalkan aku pada wanita mungil itu, dan kami berbasa-basi sebentar, karena aku harus menemani orang tuaku yang juga sedang sarapan pagi bersama. Beberapa hari , setelah pertemuan itu, Temanku ini mengirimkan SMS yang mengajakku untuk dugem bersama di sebuah Bar daerah Thamrin. Akhirnya kami pun bertemu, namun aku terheran-heran, lagi-lagi dia bersama wanita cantik tinggi semampai dengan warna kulit kuning langsat, rambut panjang tergerai halus dan lembut. Hmm, aku berpikir, hebat juga temanku yang satu ini. Dan ditengah bisingnya suara music, kami pun ngobrol-ngobrol dan sesekali toast bersama. Keesokan harinya, ia muncul dirumahku, dan mengajakku untuk pergi ke pantai tempat ia dulu merenung, disana ia bercerita panjang dan lebar, tentang bagaimana ia menyikapi kehidupan cintanya. Aku hanya mendengarkan penuh perhatian dan mengangguk-angguk. “Aku mengerti”, Jawabku.

Cerita 5 :
Dua orang temanku dari Bandung, ceritanya lain lagi, Mereka adalah sepasang merpati, bertemu pada kesempatan yang manis dan romantis, dengan level usia 31 dan 30, mengikatkan janji setia mereka, bertekad memiliki komitmen yang sama, akan menghadapi badai apapun yang membentang dihadapan mereka. Berbagai ancaman telah mereka pikirkan jauh sebelumnya, ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat berpisah satu sama lain. Kehidupan mereka ditengah keindahan dan Badai, tidak satupun yang mengguncang komitmen mereka untuk tetap bersama dan tidak akan pernah meninggalkan pasangannya masing-masing. Mereka saling mencinta, dan berikrar tidak hingga maut memisahkan mereka, tapi akan tetap mencintai meski ruh terlepas dari raga. Kesejatian yang sangat luar biasa. Apapun yang terjadi mereka tetap berjuang untuk selalu bersama. Meski pada akhirnya salah satu dari mereka harus menikah, dengan sekuat tenaga sang pasangan yang akan menikah ini berusaha melawan sekuat tenaga untuk lari dari perikatan tersebut, namun gagal. Dan ketika menjalani kehidupan pernikahan pun mereka tetap bersama, karena pasangannya yang telah menikah ini tetap kabur dari suaminya untuk dapat selalu bersamanya. Juga ketika pasangan yang belum menikah akhirnya dengan seluruh keperihan hatinya menggadaikan kesejatian kasih seorang Ibu, ketika ia akhirnya mernyerah untuk berterus terang bahwa Ia berbeda dengan yang lain, dan memilih wanita yang ia cintai sebagai pasangannya. Betapa ia sangat terluka membuat hati seorang ibu terluka, Hari demi hari, dan bulan demi bulan berlalu, Hingga suatu saat, suami dari pasangan yang menikah tersebut mengetahui, dan akhirnya berbicara dengan pasangan lesbian istrinya bahwa ia tidak akan pernah melepaskan istrinya dan agar menjauh dari kehidupan pernikahannya. Lalu sang suami mengancam istrinya bahwa Ia akan membunuh pasangan lesbiannya jika hubungan itu tetap berlanjut. Akhirnya melalui telefon, mereka berdua memutuskan untuk menghentikan komunikasi dalam bentuk apapun selamanya, namun apa yang sudah terikrar didalam hati tidak akan pernah berubah, seluruh cinta sejati adalah milik mereka berdua, hanya mereka berdua. Apapun kehidupan yang masing-masin akan lalui.
Cerita 6:
Seorang paruh baya dari Australia sharing cerita kepadaku. Bahwa Dia memiliki kehidupan lesbian yang hamper begitu sempurna, kesejatian cinta yang menjadi makanan sehari-hari mereka. Pasangannya berusia 40 tahun, hmmm. Sepuluh tahun lebih muda darinya. Mereka bertemu dalam suatu peseta saat ia berusia 28 tahun, dan pasangannya 18 tahun. Dan Sejak saat itu mereka hidup bersama. 22 tahun sudah mereka lalui bersama dalam mahligai penuh cinta, meski keduanya harus meninggalkan keluarga mereka masing-masing atas akibat pilihan mereka untuk tetap mempertahankan kehidupan cintanya. Namun kemudian, ceritanya, beberapa tahun belakangan pasangannya merasa gusar akan kehidupannya yang menurutnya dirasakan semu tanpa keutuhan sebuah keluarga, anak-anak (Karena ia ingin anak dari rahimnya sendiri), dan bahkan terkadang ia merindukan keluarganya, orang tua, kakak dan adiknya.

RENUNGAN
Berakar dari berbagai macam cara lahirnya / hadirnya perasaan perbedaan pilihan minat atas pasangan hidup (different/incommon sexual preferences), baik itu diinginkan atau tidak, diminta atau tidak, disengaja atau tidak, tetap menciptakan arus kehidupan yang luar biasa dalam kehidupan para lesbian. Belum lagi menghadapi perlakuan dari para penganut common sense tentang “normal”nya kehidupan para heteroseksual, yang notabene perlu perjuangan yang seakan tiada pernah berakhir, dibelahan bagian dunia manapun, dimuka bumi ini.

Bahkan jikapun menjadi seorang lesbian telah menjadi suratan sejak lahir sekalipun, yang nota bene adalah ketidak berdayaan seorang bayi untuk menolak dilahirkan sebagai seorang lesbian (jika ia mengetahui sebelumnya bahwa itu SALAH). Ataupun jika hadirnya perbedaan preferensi seksual itu seiring dengan perkembangan atau pertumbuhan seorang anak (yang sebetulnya, tidak ada kejadian dimuka bumi ini tanpa restu TUHAN sebagai maha Penentu segalanya), tetap saja, menjadi momok yang menakutkan bagi para kaum lesbian dan momok menjijikkan bagi para homophobia.

Perjuangan atas sebuah legalitas keberadaan pasangan lesbian tak berkesudahan, tetap membuat Kehidupan sebagai seorang Lesbian, bagaimanapun bentuknya, tetap menghasilkan luka yang begitu mendalam dalam kehidupan seseorang, dan juga orang-orang yang dikasihi disekeliling.

Menikah, melajang, menjadi lesbian, bahkan bersembunyi sampai akhir hayat pun, tetap merupakan sebuah PILIHAN, artinya adalah kita berhak memutuskan jalan kehidupan yang akan kita pilih, yang merupakan satu paket dengan resiko dan konsekuensi yang akan dihadapinya.

Elaborasi cerita yang telah dipaparkan, menunjukkan beberapa cermin kehidupan yang merupakan produk akhir dari sebuah pilihan. Jika boleh diulas adalah sbb :

Cerita 1 :
Seorang wanita yang mengangap ketidakberhasilannya bertemu dengan seorang wanita yang ia cintai adalah sebagai masalah terbesar dalam hidupnya, padahal ada Badai yang lebih besar lagi yang harus dia hadapi jikapun ia telah menemukan pasangan hidupnya. Apalagi jika ia sendiri pun belum juga dapat melakukan coming out terhadap orang-orang disekelilingnya.

Cerita 2 :
Peperangan bathin yang tiada berakhir dalam hidupnya. Perjuangannya untuk mengingkari kata hatinya, namun keinginannya menjadi lesbian pun memiliki kekuatan yang sama. Penderitaan bathin yang luar biasa.

Cerita 3 :
Entah bagaimana atau apa alasannya wanita ini memilih menjadi lesbian, Kehidupannya yang easy come easy go terhadap wanita manapun, juga memberikan hasil ketidak perduliannya terhadap dirinya sendiri. Have Fun Go Mad dengan menikmati keindahan penuh gairah, tanpa memikirkan strategy how to settle her future life. Dia tidak bisa tetap hanya seperti itu dari waktu ke waktu.

Cerita 4 :
Beberapa kegagalan cinta wanita ini, membuatnya menjadi seperti seorang “womanizer” (Casanova), Cinta sejati telah pupus, berganti dengan prilaku yang tidak lagi mengenal arti cinta sesungguhnya. Entah sampai kapan dia nikmati situasi seperti ini..

Cerita 5 :
Meski perjuangan untuk menjaga ikrar cinta sejati telah mereka lakukan segigih mungkin, pada akhirnya, kesejatian cinta itu hanya dapat mereka dendangkan dalam hati mereka. Tak juga berwujud nyata.

Cerita 6 :
Indahnya kelanggengan cinta sepasang merpati dari Australia, juga menghadapi kesemuan pada usia senja mereka.

Anyhow, MEMILIH KEHIDUPAN SEBAGAI LESBIAN, harus dapat disikapi dengan arif dan bijaksana, diperlukan waktu untuk mengenali diri kita sendiri, dan butuh konsiderasi yang luar biasa matang, untuk mencari cara dan strategy dalam menghadapi berbagai cobaan dan badai dalam kehidupan yang akan dilalui.

Setidaknya, bagi para rekan-rekan muda yang masih merasa baru dalam dunia lesbian, dapat memikirkan sejak dini, resiko dan konsekuensi yang harus ia tanggung. Setidaknya meskipun api cinta berkobar begitu hebatnya, rasional harus tetap terjaga.

Dan bagi teman-teman yang sudah memiliki kehidupan lesbian, Bagaimana kehidupan lesbian yang dimiliki saat ini, dan apa gambaran kehidupan yang diinginkan kelak. At least, Drive your life remains positive.
Page Updated Mon Nov 15, 2004 12:06am EST
Domain Lookup
         www..
Get www.yourdomainofchoice.com for your site with services!




.